an10.51:2.1 “No ce, bhikkhave, bhikkhu paracittapariyāyakusalo hoti, atha ‘sacittapariyāyakusalo bhavissāmī’ti—
an10.51:2.2 evañhi vo, bhikkhave, sikkhitabbaṁ.
Batin Sendiri
Sutta ini adalah ajakan untuk melihat ke dalam diri sendiri dengan jujur, seperti bercermin. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengajarkan cara menggunakan 'cermin' Dhamma ini untuk mengenali dan membersihkan batin kita sendiri.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan pentingnya memeriksa batin sendiri secara jujur dan teratur. Ia menggunakan perumpamaan seseorang yang bercermin untuk melihat kotoran di wajahnya, lalu membersihkannya. Demikian pula, seorang bhikkhu harus merenungkan sepuluh kualitas batinnya—apakah didominasi oleh hal-hal buruk atau baik—dan berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan yang buruk serta mengembangkan yang baik hingga mencapai akhir kekotoran batin.
an10.51:2.1 “No ce, bhikkhave, bhikkhu paracittapariyāyakusalo hoti, atha ‘sacittapariyāyakusalo bhavissāmī’ti—
an10.51:2.2 evañhi vo, bhikkhave, sikkhitabbaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.