“Dasayime, bhikkhave, dhammā sarīraṭṭhā.
“Para bhikkhu, sepuluh hal ini berdiam pada tubuh.
“Mendicants, these ten things exist because of the body.
Sutta tentang Hal-Hal yang Berdiam pada Tubuh
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana tubuh kita membawa berbagai kebutuhan dan dorongan, serta bagaimana kita dapat melatih pengendalian diri di tengah kondisi tersebut.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang sepuluh hal yang berdiam pada tubuh. Sepuluh hal tersebut mencakup aspek fisik seperti dingin, panas, lapar, haus, buang air besar dan kecil, serta aspek batin seperti pengendalian tubuh, ucapan, mata pencaharian, dan kehendak untuk terlahir kembali. Ajaran ini menegaskan bahwa kehidupan manusia terkait erat dengan tubuh dan kebutuhan untuk melatih pengendalian diri.
“Dasayime, bhikkhave, dhammā sarīraṭṭhā.
“Para bhikkhu, sepuluh hal ini berdiam pada tubuh.
“Mendicants, these ten things exist because of the body.
Katame dasa?
Apakah sepuluh itu?
What ten?
Sītaṁ, uṇhaṁ, jighacchā, pipāsā, uccāro, passāvo, kāyasaṁvaro, vacīsaṁvaro, ājīvasaṁvaro, ponobhaviko bhavasaṅkhāro—
Dingin, panas, lapar, haus, buang air besar, buang air kecil, pengendalian tubuh, pengendalian ucapan, pengendalian mata pencaharian, dan kehendak untuk terlahir kembali yang mengarah pada kehidupan mendatang—
Cold, heat, hunger, thirst, feces, urine, restraint of body, speech, and livelihood, and the will to live that leads to future lives.
ime kho, bhikkhave, dasa dhammā sarīraṭṭhā”ti.
Ini, para bhikkhu, adalah sepuluh hal yang berdiam pada tubuh.”
These ten things exist because of the body.”
Navamaṁ.
Yang kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.