‹
AN 10.46

Sakkasutta

Khotbah kepada Suku Sakya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.46

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini diawali dengan teguran yang cukup keras dari Buddha kepada umat awam Sakya. Mari kita simak bagaimana Beliau menggunakan perumpamaan tentang penghasilan dan kekayaan untuk menyadarkan mereka akan prioritas hidup yang sesungguhnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha menegur sekelompok umat awam suku Sakya yang hanya kadang-kadang menjalankan uposatha. Beliau mengumpamakan kekayaan duniawi yang tak bisa membeli kebahagiaan sejati, lalu menunjukkan betapa berharganya latihan spiritual: bahkan berlatih tekun hanya satu hari dapat membawa kebahagiaan mutlak yang jauh melampaui apa pun yang bisa dibeli dengan uang. Para umat awam itu pun bertekad untuk menjalankan uposatha mulai hari itu juga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.46:12.1

Idha mama sāvako nava rattindive …

Di sini, seorang siswa-Ku yang berdiam dengan tekun, bersemangat, dan bertekad selama sembilan hari …

nine days …

an10.46:12.2

aṭṭha rattindive …

delapan hari …

eight days …

an10.46:12.3

satta rattindive …

tujuh hari …

seven days …

an10.46:12.5

pañca rattindive …

lima hari …

five days …

an10.46:12.6

cattāro rattindive …

empat hari …

four days …

an10.46:12.7

tayo rattindive …

tiga hari …

three days …

an10.46:12.9

ekaṁ rattindivaṁ appamatto ātāpī pahitatto viharanto yathā mayānusiṭṭhaṁ tathā paṭipajjamāno satampi vassāni satampi vassasatāni satampi vassasahassāni ekantasukhappaṭisaṁvedī vihareyya, so ca khvassa sakadāgāmī vā anāgāmī vā apaṇṇakaṁ vā sotāpanno.

Biarlah dua hari itu, ambillah salah satu siswa-Ku yang berdiam dengan tekun, bersemangat, dan bertekad selama satu hari, berlatih sesuai dengan petunjuk-Ku. Mereka dapat mengalami kebahagiaan yang sempurna selama seratus tahun, sepuluh ribu tahun, atau seratus ribu tahun. Dan mereka dapat menjadi seorang yang sekali kembali atau yang tidak kembali, atau, sebagai kepastian, seorang pemasuk arus.

Let alone two days, take one of my disciples who lives diligent, keen, and resolute for one day, practicing in line with my instructions. They can experience absolute happiness for a hundred years, ten thousand years, or a hundred thousand years. And they could become a once-returner or a non-returner, or, as a sure bet, a stream-enterer.

an10.46:12.10

Tesaṁ vo, sakkā, alābhā tesaṁ dulladdhaṁ, ye tumhe evaṁ sokasabhaye jīvite maraṇasabhaye jīvite appekadā aṭṭhaṅgasamannāgataṁ uposathaṁ upavasatha, appekadā na upavasathā”ti.

Ini adalah kerugian bagi kalian, para Sakya, ini adalah kemalangan bagi kalian. Dalam kehidupan yang penuh ketakutan akan kesedihan dan kematian ini, kalian kadang-kadang menjalankan uposatha dengan delapan faktor, dan kadang-kadang tidak menjalankannya.”

It’s your loss, Sakyans, it’s your misfortune. In this life with its fear of sorrow and death, you sometimes keep the sabbath and you sometimes don’t.”

an10.46:12.11

“Ete mayaṁ, bhante, ajjatagge aṭṭhaṅgasamannāgataṁ uposathaṁ upavasissāmā”ti.

“Baik, Bhante, mulai hari ini kami akan menjalankan uposatha dengan delapan faktor.”

“Well, sir, from this day forth we will observe the sabbath with its eight factors.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.