Katame pañca dhammā ajjhattaṁ upaṭṭhāpetabbā?
Apakah lima hal yang hendaknya ditegakkan secara internal?
What five things should they establish in themselves?
Sutta di Kusinārā
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita berkomunikasi, terutama saat ingin mengoreksi atau menegur orang lain. Mari kita simak syarat-syarat yang diajarkan Sang Buddha agar teguran kita lahir dari kebijaksanaan dan cinta kasih, bukan dari reaksi emosional.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang bhikkhu sebelum menegur atau mengoreksi bhikkhu lain. Ia menguraikan lima hal yang harus direnungkan dalam diri sendiri—kemurnian perilaku badan, ucapan, pikiran cinta kasih, penguasaan ajaran, dan penguasaan vinaya—serta lima prinsip yang harus ditegakkan: berbicara pada waktu yang tepat, sesuai fakta, dengan lembut, bermanfaat, dan dengan pikiran cinta kasih. Sutta ini menekankan pentingnya introspeksi dan tanggung jawab etis dalam komunikasi antar sesama praktisi.
Katame pañca dhammā ajjhattaṁ upaṭṭhāpetabbā?
Apakah lima hal yang hendaknya ditegakkan secara internal?
What five things should they establish in themselves?
‘Kālena vakkhāmi, no akālena;
‘Aku akan berbicara pada waktu yang tepat, bukan pada waktu yang tidak tepat;
‘I will speak at the right time, not at the wrong time.
bhūtena vakkhāmi, no abhūtena;
Aku akan berbicara sesuai kebenaran, bukan yang tidak benar;
I will speak truthfully, not falsely.
saṇhena vakkhāmi, no pharusena;
Aku akan berbicara dengan lembut, tidak kasar;
I will speak gently, not harshly.
atthasaṁhitena vakkhāmi, no anatthasaṁhitena;
Aku akan berbicara dengan bermanfaat, tidak merugikan;
I will speak beneficially, not harmfully.
mettacitto vakkhāmi, no dosantaro’ti—
Aku akan berbicara dengan pikiran cinta kasih, tidak dengan kebencian tersembunyi.’
I will speak lovingly, not from secret hate.’
ime pañca dhammā ajjhattaṁ upaṭṭhāpetabbā.
Inilah lima hal yang harus ditetapkan dalam dirinya sendiri.
These are the five things they should establish in themselves.
Codakena, bhikkhave, bhikkhunā paraṁ codetukāmena ime pañca dhamme ajjhattaṁ paccavekkhitvā ime pañca dhamme ajjhattaṁ upaṭṭhāpetvā paro codetabbo”ti.
Para bhikkhu, seorang bhikkhu yang ingin menegur orang lain, setelah merenungkan lima hal ini dalam dirinya sendiri dan menetapkan lima hal ini dalam dirinya sendiri, barulah ia boleh menegur orang lain.”
A mendicant who wants to accuse another should first check these five things in themselves and establish these five things in themselves.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.