Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.30
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini memperlihatkan momen yang langka dan hangat: seorang raja yang baru menang perang datang bukan untuk memamerkan kekuasaan, melainkan untuk bersujud dan mengungkapkan rasa terima kasihnya. Simaklah alasan-alasan yang ia sampaikan, karena melalui kata-kata seorang raja, kita diajak merenungkan kualitas-kualitas luhur yang membuat seseorang layak dihormati.
Raja Pasenadi dari Kosala, baru saja memenangkan pertempuran, mengunjungi Buddha di Hutan Jeta. Ia memberikan penghormatan tertinggi kepada Buddha dan menjelaskan alasannya: rasa terima kasih dan balas budi. Ia merinci sepuluh kualitas mulia Buddha yang membuatnya layak dihormati, mulai dari dedikasinya pada kesejahteraan banyak orang hingga pencapaian kebebasan sempurna.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
“Eso, mahārāja, vihāro saṁvutadvāro. Tena appasaddo upasaṅkamitvā ataramāno ālindaṁ pavisitvā ukkāsitvā aggaḷaṁ ākoṭehi; vivarissati te bhagavā dvāran”ti.
“Baginda Raja, itu adalah tempat tinggal Beliau, dengan pintu tertutup. Dekatilah dengan tenang, tanpa tergesa-gesa; masuklah ke serambi, berdehemlah, dan ketuklah daun pintu. Sang Bhagavā akan membukakan pintu.”
“Great king, that’s his dwelling, with the door closed. Approach it quietly, without hurrying; go onto the porch, clear your throat, and knock on the door-panel. The Buddha will open the door.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.