‹
AN 10.29

Paṭhamakosalasutta

Kosala (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.29

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang selama ini kita anggap paling tinggi dan berharga. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha menyusun tangga pencapaian dari yang duniawi hingga yang paling luhur, dan apa kesimpulan beliau tentang semuanya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang kefanaan segala sesuatu yang dianggap tertinggi, mulai dari kekuasaan duniawi Raja Pasenadi, keagungan Mahābrahmā, hingga pencapaian meditasi dan pandangan-pandangan luhur. Dengan melihat bahwa bahkan yang terunggul pun mengalami perubahan dan kemunduran, seorang siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu dan terbebas dari nafsu. Khotbah ini memuncak pada penegasan Buddha bahwa ia mengajarkan pemahaman penuh atas kenikmatan indria, bentuk, dan perasaan, serta Nibbāna tertinggi dalam kehidupan ini juga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.29:18.1

Etadaggaṁ, bhikkhave, imāsaṁ catunnaṁ saññānaṁ yadidaṁ ‘natthi kiñcī’ti ākiñcaññāyatanameko sañjānāti.

Yang terunggul di antara empat persepsi ini, para bhikkhu, adalah ketika seseorang, dengan menyadari ‘tidak ada apa pun’, mempersepsikan landasan kekosongan.

The best of these four perceptions is when someone, aware that ‘there is nothing at all’, perceives the dimension of nothingness.

an10.29:18.2

Evaṁsaññinopi kho, bhikkhave, santi sattā.

Ada pula, para bhikkhu, makhluk-makhluk yang mempersepsikan demikian.

Some sentient beings perceive like this.

an10.29:18.3

Evaṁsaññīnampi kho, bhikkhave, sattānaṁ attheva aññathattaṁ atthi vipariṇāmo.

Tetapi bahkan makhluk-makhluk yang memiliki persepsi demikian pun tetap mengalami perubahan dan kemunduran.

But even the sentient beings who perceive like this decay and perish.

an10.29:18.4

Evaṁ passaṁ, bhikkhave, sutavā ariyasāvako tasmimpi nibbindati.

Melihat hal ini, para bhikkhu, siswa mulia yang terpelajar menjadi kecewa terhadap hal itu juga.

Seeing this, a learned noble disciple grows disillusioned with it.

an10.29:18.5

Tasmiṁ nibbindanto agge virajjati, pageva hīnasmiṁ.

Dengan menjadi kecewa terhadap hal itu, ia terbebas dari nafsu bahkan terhadap yang tertinggi, apalagi terhadap yang lebih rendah.

Their desire fades away even for the foremost, let alone the inferior.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.