‹
AN 10.29

Paṭhamakosalasutta

Kosala (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.29

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan apa yang selama ini kita anggap paling tinggi dan berharga. Mari kita telusuri bagaimana Sang Buddha menyusun tangga pencapaian dari yang duniawi hingga yang paling luhur, dan apa kesimpulan beliau tentang semuanya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang kefanaan segala sesuatu yang dianggap tertinggi, mulai dari kekuasaan duniawi Raja Pasenadi, keagungan Mahābrahmā, hingga pencapaian meditasi dan pandangan-pandangan luhur. Dengan melihat bahwa bahkan yang terunggul pun mengalami perubahan dan kemunduran, seorang siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu dan terbebas dari nafsu. Khotbah ini memuncak pada penegasan Buddha bahwa ia mengajarkan pemahaman penuh atas kenikmatan indria, bentuk, dan perasaan, serta Nibbāna tertinggi dalam kehidupan ini juga.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.29:14.1

Etadaggaṁ, bhikkhave, imesaṁ aṭṭhannaṁ abhibhāyatanānaṁ yadidaṁ ajjhattaṁ arūpasaññī eko bahiddhā rūpāni passati odātāni odātavaṇṇāni odātanidassanāni odātanibhāsāni;

Para bhikkhu, yang terunggul di antara delapan landasan penguasaan ini adalah ketika seseorang, dengan tidak mempersepsi bentuk secara internal, melihat bentuk-bentuk eksternal yang putih, berwarna putih, berpenampilan putih, dan bercahaya putih;

The best of these dimensions of mastery is when someone, not perceiving form internally, sees forms externally, white, with white color and white appearance.

an10.29:14.2

‘tāni abhibhuyya jānāmi passāmī’ti, evaṁsaññī hoti.

Dengan menguasai bentuk-bentuk itu, ia menyadari: ‘Aku mengetahui dan melihat.’ Demikianlah persepsinya.

Mastering them, they perceive: ‘I know and see.’

an10.29:14.3

Evaṁsaññinopi kho, bhikkhave, santi sattā.

Para bhikkhu, ada makhluk-makhluk yang memiliki persepsi demikian.

Some sentient beings perceive like this.

an10.29:14.4

Evaṁsaññīnampi kho, bhikkhave, sattānaṁ attheva aññathattaṁ atthi vipariṇāmo.

Tetapi, para bhikkhu, bahkan bagi makhluk-makhluk yang memiliki persepsi demikian pun, tetap ada perubahan dan kemunduran.

But even the sentient beings who perceive like this decay and perish.

an10.29:14.5

Evaṁ passaṁ, bhikkhave, sutavā ariyasāvako tasmimpi nibbindati.

Para bhikkhu, dengan melihat demikian, siswa mulia yang terpelajar menjadi jemu terhadap hal itu.

Seeing this, a learned noble disciple grows disillusioned with it.

an10.29:14.6

Tasmiṁ nibbindanto agge virajjati, pageva hīnasmiṁ.

Karena jemu terhadap hal itu, ia menjadi tidak terikat pada yang terunggul, apalagi pada yang lebih rendah.

Their desire fades away even for the foremost, let alone the inferior.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.