‘Dasa pañhā dasuddesā dasa veyyākaraṇānī’ti,
‘Sepuluh hal: pertanyaan, uraian ringkas, dan penjelasan.’
‘Ten things: question, summary recital, and answer.’
Khotbah tentang Pertanyaan-Pertanyaan Besar (1)
Sutta ini menyajikan sebuah kerangka pengajaran yang terstruktur. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab tantangan para pengembara dengan menunjukkan kedalaman dan cakupan ajarannya, yang berpuncak pada pemahaman tentang jalan menuju kebebasan.
Sejumlah bhikkhu bertemu dengan para pengembara dari agama lain yang mengklaim ajaran mereka sama dengan ajaran Buddha. Para bhikkhu melaporkan hal ini kepada Buddha, yang kemudian memberikan serangkaian pertanyaan dan jawaban tentang berbagai kelompok ajaran, dari satu hingga sepuluh hal, yang semuanya mengarah pada pengakhiran penderitaan.
‘Dasa pañhā dasuddesā dasa veyyākaraṇānī’ti,
‘Sepuluh hal: pertanyaan, uraian ringkas, dan penjelasan.’
‘Ten things: question, summary recital, and answer.’
iti kho panetaṁ vuttaṁ. Kiñcetaṁ paṭicca vuttaṁ?
Demikianlah dikatakan. Tetapi mengapa hal itu dikatakan?
That’s what I said, but why did I say it?
Dasasu, bhikkhave, dhammesu bhikkhu sammā nibbindamāno sammā virajjamāno sammā vimuccamāno sammā pariyantadassāvī sammadatthaṁ abhisamecca diṭṭheva dhamme dukkhassantakaro hoti.
Para bhikkhu, dengan benar-benar merasa jijik, dengan benar-benar menjadi tanpa nafsu, dengan benar-benar terbebaskan, dengan benar-benar melihat batas-batasnya, dan dengan sepenuhnya memahami maknanya terhadap sepuluh hal ini, seorang bhikkhu menjadi pengakhir penderitaan dalam kehidupan ini juga.
Becoming completely disillusioned, dispassionate, and freed regarding ten things, seeing their limits and fully comprehending their meaning, a mendicant makes an end of suffering in this very life.
Katamesu dasasu?
Apakah sepuluh hal itu?
What ten?
Dasasu akusalesu kammapathesu—
Sepuluh jalan perbuatan tidak bermanfaat—
The ten ways of performing unskillful deeds.
imesu kho, bhikkhave, dasasu dhammesu bhikkhu sammā nibbindamāno sammā virajjamāno sammā vimuccamāno sammā pariyantadassāvī sammadatthaṁ abhisamecca diṭṭheva dhamme dukkhassantakaro hoti.
Para bhikkhu, dengan benar-benar merasa jijik, dengan benar-benar menjadi tanpa nafsu, dengan benar-benar terbebaskan, dengan benar-benar melihat batas-batasnya, dan dengan sepenuhnya memahami maknanya terhadap kesepuluh hal ini, seorang bhikkhu menjadi pengakhir penderitaan dalam kehidupan ini juga.
Becoming completely disillusioned, dispassionate, and freed regarding these ten things, seeing their limits and fully comprehending their meaning, a mendicant makes an end of suffering in this very life.
‘Dasa pañhā dasuddesā dasa veyyākaraṇānī’ti,
‘Sepuluh hal: pertanyaan, uraian ringkas, dan penjelasan’—
‘Ten things: question, summary recital, and answer.’
iti yaṁ taṁ vuttaṁ idametaṁ paṭicca vuttan”ti.
demikianlah dikatakan, dan hal itu dikatakan karena alasan ini.”
That’s what I said, and this is why I said it.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.