Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan bagaimana seorang guru utama membedah sebuah pernyataan singkat untuk mengungkap makna yang lebih dalam. Perhatikan bagaimana Mahākaccāna menggunakan contoh-contoh meditasi untuk menunjukkan perbedaan antara pencapaian duniawi dan kebijaksanaan yang melampauinya.
Sinopsis singkat
Kāḷī, seorang umat awam perempuan, bertanya kepada Yang Mulia Mahākaccāna tentang makna mendalam dari syair singkat Buddha mengenai 'mencapai tujuan, kedamaian hati'. Mahākaccāna menjelaskan bahwa berbagai petapa dan brahmana menganggap pencapaian meditasi kasiṇa (tanah, air, api, angin, biru, kuning, merah, putih, ruang, kesadaran) sebagai tujuan akhir. Namun, Buddha telah melihat secara langsung kepuasan, bahaya, dan jalan keluar dari semua pencapaian tersebut, sehingga Beliau benar-benar mencapai tujuan dan kedamaian hati.