‹
AN 10.23

Kāyasutta

Tentang Tubuh

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.23

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bahwa tidak semua masalah batin bisa diselesaikan hanya dengan tindakan lahiriah. Ada lapisan yang lebih dalam yang menuntut kebijaksanaan untuk melihat dan melepaskannya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam khotbah ini, Sang Buddha membedakan tiga cara melepaskan hal-hal yang tidak bermanfaat: melalui tindakan tubuh, melalui ucapan, dan melalui kebijaksanaan. Beliau menjelaskan bahwa pelanggaran etika tertentu harus diperbaiki melalui perilaku, sementara akar-akar batin seperti keserakahan, kebencian, dan delusi hanya bisa ditinggalkan dengan melihatnya berulang kali melalui kebijaksanaan. Sutta ditutup dengan penjelasan tentang bagaimana mengenali seorang bhikkhu yang telah atau belum terbebas dari kotoran batin ini.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.23:5.1

Pāpikā, bhikkhave, issā neva kāyena pahātabbā no vācāya, paññāya disvā pahātabbā.

Keirihatian yang jahat, para bhikkhu, seharusnya dilepaskan bukan dengan tubuh, bukan pula dengan ucapan, melainkan dengan melihat berulang kali melalui kebijaksanaan.

Nasty jealousy should be given up neither by the body, nor by speech, but by seeing again and again with wisdom.

an10.23:5.2

Katamā ca, bhikkhave, pāpikā issā?

Dan apakah, para bhikkhu, keirihatian yang jahat itu?

And what is nasty jealousy?

an10.23:5.3

Idha, bhikkhave, ijjhati gahapatissa vā gahapatiputtassa vā dhanena vā dhaññena vā rajatena vā jātarūpena vā.

Di sini, para bhikkhu, seorang perumah tangga atau putra perumah tangga menjadi makmur dalam kekayaan, hasil panen, perak, atau emas.

It’s when a householder or their child is prospering in money, grain, silver, or gold.

an10.23:5.4

Tatrāññatarassa dāsassa vā upavāsassa vā evaṁ hoti:

Kemudian seorang pelayan atau tanggungannya berpikir:

And a bondservant or dependent thinks:

an10.23:5.5

‘aho vatimassa gahapatissa vā gahapatiputtassa vā na ijjheyya dhanena vā dhaññena vā rajatena vā jātarūpena vā’ti.

‘Oh, kiranya perumah tangga atau putra perumah tangga itu tidak menjadi makmur dalam kekayaan, hasil panen, perak, atau emas!’

‘Oh, may that householder or their child not prosper in money, grain, silver, or gold!’

an10.23:5.6

Samaṇo vā pana brāhmaṇo vā lābhī hoti cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānaṁ.

Atau seorang petapa atau brahmana memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.

Or an ascetic or brahmin receives robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.

an10.23:5.7

Tatrāññatarassa samaṇassa vā brāhmaṇassa vā evaṁ hoti:

Kemudian seorang petapa atau brahmana lain berpikir:

And some other ascetic or brahmin thinks:

an10.23:5.8

‘aho vata ayamāyasmā na lābhī assa cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārānan’ti.

‘Oh, kiranya Yang Mulia ini tidak memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.’

‘Oh, may that venerable not receive robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick.’

an10.23:5.9

Ayaṁ vuccati, bhikkhave, pāpikā issā.

Ini, para bhikkhu, disebut keirihatian yang jahat.

This is called nasty jealousy.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.