an10.23:5.1 Keirihatian yang jahat, para bhikkhu, seharusnya dilepaskan bukan dengan tubuh, bukan pula dengan ucapan, melainkan dengan melihat berulang kali melalui kebijaksanaan.
an10.23:5.2 Dan apakah, para bhikkhu, keirihatian yang jahat itu?
an10.23:5.3 Di sini, para bhikkhu, seorang perumah tangga atau putra perumah tangga menjadi makmur dalam kekayaan, hasil panen, perak, atau emas.
an10.23:5.4 Kemudian seorang pelayan atau tanggungannya berpikir:
an10.23:5.5 ‘Oh, kiranya perumah tangga atau putra perumah tangga itu tidak menjadi makmur dalam kekayaan, hasil panen, perak, atau emas!’
an10.23:5.6 Atau seorang petapa atau brahmana memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.
an10.23:5.7 Kemudian seorang petapa atau brahmana lain berpikir:
an10.23:5.8 ‘Oh, kiranya Yang Mulia ini tidak memperoleh jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit.’
an10.23:5.9 Ini, para bhikkhu, disebut keirihatian yang jahat.
