“Dasahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo …pe…
“Para bhikkhu, seorang bodoh harus dikenali melalui sepuluh kualitas …
“A fool is known by ten qualities …
~
Sutta ini adalah bagian dari rangkaian ajaran yang sangat ringkas dan berulang. Saat membacanya, perhatikan bagaimana struktur pengulangan ini menekankan pentingnya kualitas-kualitas tersebut sebagai alat ukur untuk mengenali kebijaksanaan dan kebodohan.
Sutta ini merupakan bagian dari bab Kesamaan (Sāmaññavagga) dalam Aṅguttara Nikāya, yang menyajikan rangkaian ajaran tentang bagaimana mengenali seorang bodoh (bāla) dan seorang bijaksana (paṇḍita). Teks ini secara khusus menekankan bahwa pengenalan tersebut dapat dilakukan melalui sepuluh, dua puluh, tiga puluh, hingga empat puluh kualitas, dengan penekanan akhir pada empat puluh kualitas sebagai ukuran kelengkapan.
“Dasahi, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo …pe…
“Para bhikkhu, seorang bodoh harus dikenali melalui sepuluh kualitas …
“A fool is known by ten qualities …
paṇḍito veditabbo …pe…
seorang bijaksana harus dikenali …
astute person …
vīsatiyā, bhikkhave …pe…
melalui dua puluh, para bhikkhu …
twenty …
tiṁsāya, bhikkhave …pe…
melalui tiga puluh, para bhikkhu …
thirty …
cattārīsāya, bhikkhave, dhammehi samannāgato bālo veditabbo …pe…
melalui empat puluh kualitas, para bhikkhu, seorang bodoh harus dikenali …
forty …”
paṇḍito veditabbo …pe…
seorang bijaksana harus dikenali …
imehi kho, bhikkhave, cattārīsāya dhammehi samannāgato paṇḍito veditabbo”ti.
Para bhikkhu, melalui empat puluh kualitas inilah seorang bijaksana harus dikenali.”
Sāmaññavaggo dutiyo.
Bab Kesamaan, yang kedua.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.