an10.21:13.1 Imāni kho, bhikkhave, dasa tathāgatassa tathāgatabalāni, yehi balehi samannāgato tathāgato āsabhaṁ ṭhānaṁ paṭijānāti, parisāsu sīhanādaṁ nadati, brahmacakkaṁ pavattetī”ti.
an10.21:13.2 Paṭhamaṁ.
Khotbah tentang Raungan Singa
Sutta ini mengajak kita merenungkan kualitas luar biasa dari seorang yang telah tercerahkan sempurna. Perumpamaan singa di awal memberikan gambaran tentang kepercayaan diri dan kebijaksanaan yang menjadi fondasi dalam mengajarkan Dhamma.
Sutta ini dibuka dengan perumpamaan singa yang keluar dari sarangnya di senja hari, meregangkan badan, memandang keempat penjuru, dan mengaum tiga kali sebelum berburu. Buddha kemudian menjelaskan bahwa 'singa' adalah sebutan bagi Tathāgata, dan pengajaran Dhamma kepada kumpulan adalah raungan singanya. Sutta kemudian merinci sepuluh kekuatan Tathāgata (tathāgatabalāni) yang menjadi landasan bagi-Nya untuk mengaku tempat tertinggi, mengaumkan raungan singa di tengah kumpulan, dan memutar roda Brahma.
an10.21:13.1 Imāni kho, bhikkhave, dasa tathāgatassa tathāgatabalāni, yehi balehi samannāgato tathāgato āsabhaṁ ṭhānaṁ paṭijānāti, parisāsu sīhanādaṁ nadati, brahmacakkaṁ pavattetī”ti.
an10.21:13.2 Paṭhamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.