an10.21:10.1 Selanjutnya, para bhikkhu, Sang Tathāgata mengingat berbagai macam kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran, tiga kelahiran, empat kelahiran, lima kelahiran, sepuluh kelahiran, dua puluh kelahiran, tiga puluh kelahiran, empat puluh kelahiran, lima puluh kelahiran, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran; banyak kappa penyusutan dunia, banyak kappa pengembangan dunia, banyak kappa penyusutan dan pengembangan dunia. Ia mengingat: ‘Di sana aku bernama demikian, berasal dari keluarga demikian, berpenampilan demikian, makananku demikian, aku mengalami suka dan duka demikian, dan demikianlah akhir hidupku. Setelah meninggal dunia dari sana, aku muncul di tempat lain. Di sana pun aku bernama demikian, berasal dari keluarga demikian, berpenampilan demikian, makananku demikian, aku mengalami suka dan duka demikian, dan demikianlah akhir hidupku. Setelah meninggal dunia dari sana, aku terlahir kembali di sini.’ Demikianlah ia mengingat berbagai macam kehidupan lampau beserta ciri-ciri dan perinciannya.
an10.21:10.2 Karena Sang Tathāgata, para bhikkhu, mengingat berbagai macam kehidupan lampau, yaitu: satu kelahiran, dua kelahiran … beserta ciri-ciri dan perinciannya, maka ini, para bhikkhu, adalah kekuatan Tathāgata, yang dengan kekuatan itu Sang Tathāgata mengaku tempat yang tertinggi, mengaumkan auman singa di tengah kumpulan, dan memutar roda Brahmā.
