Katamo ca, bhikkhave, atapanīyo dhammo?
Dan apakah, para bhikkhu, Dhamma yang tidak menyiksa?
And what is the unmortifying principle?
Sutta tentang Menyiksa
Sutta ini mengajak kita merenungkan dua jalur kehidupan: satu yang membawa penderitaan dan satu yang membawa kedamaian. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang apa yang menyiksa dan apa yang tidak.
Dalam sutta ini, Sang Buddha membedakan dua jenis Dhamma: yang menyiksa (tapanīya) dan yang tidak menyiksa (atapanīya). Dhamma yang menyiksa mencakup sepuluh tindakan tidak baik, seperti membunuh, mengambil yang tidak diberikan, dan pandangan salah. Sebaliknya, Dhamma yang tidak menyiksa adalah menghindari semua tindakan tersebut dan mengembangkan pandangan benar.
Katamo ca, bhikkhave, atapanīyo dhammo?
Dan apakah, para bhikkhu, Dhamma yang tidak menyiksa?
And what is the unmortifying principle?
Pāṇātipātā veramaṇī …pe…
Menghindari pembunuhan makhluk hidup …
Not killing living creatures …
sammādiṭṭhi—
pandangan benar—
right view.
ayaṁ vuccati, bhikkhave, atapanīyo dhammo”ti.
ini, para bhikkhu, disebut Dhamma yang tidak menyiksa.”
This is called the unmortifying principle.”
Aṭṭhamaṁ.
Kedelapan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.