Katamo ca, bhikkhave, anavajjo dhammo?
Dan apakah, para bhikkhu, prinsip yang tidak tercela?
And what is the blameless principle?
Sutta tentang Yang Tercela
Sutta ini memberikan kerangka sederhana namun mendalam untuk menilai tindakan: apakah membawa cela atau tidak. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang kedua prinsip ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang dua prinsip: yang tercela (sāvajja) dan yang tidak tercela (anavajja). Prinsip yang tercela mencakup sepuluh tindakan tidak baik, sedangkan prinsip yang tidak tercela adalah kebalikannya, yaitu menghindari tindakan-tindakan tersebut dan mengembangkan sepuluh tindakan baik.
Katamo ca, bhikkhave, anavajjo dhammo?
Dan apakah, para bhikkhu, prinsip yang tidak tercela?
And what is the blameless principle?
Pāṇātipātā veramaṇī …pe…
Menghindari pembunuhan makhluk hidup …
Not killing living creatures …
sammādiṭṭhi—
pandangan benar—
right view.
ayaṁ vuccati, bhikkhave, anavajjo dhammo”ti.
Ini, para bhikkhu, disebut prinsip yang tidak tercela.”
This is called the blameless principle.”
Sattamaṁ.
Ketujuh.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.