‹
AN 10.184

Vajjasutta

Sutta tentang Yang Tercela

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.184

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini memberikan kerangka sederhana namun mendalam untuk menilai tindakan: apakah membawa cela atau tidak. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang kedua prinsip ini.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang dua prinsip: yang tercela (sāvajja) dan yang tidak tercela (anavajja). Prinsip yang tercela mencakup sepuluh tindakan tidak baik, sedangkan prinsip yang tidak tercela adalah kebalikannya, yaitu menghindari tindakan-tindakan tersebut dan mengembangkan sepuluh tindakan baik.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.184:1.1

“Sāvajjañca vo, bhikkhave, dhammaṁ desessāmi anavajjañca.

“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan kepada kalian prinsip yang tercela dan yang tidak tercela.

“I will teach you the blameworthy principle and the blameless. …

an10.184:1.3

katamo ca, bhikkhave, sāvajjo dhammo?

Dan apakah, para bhikkhu, prinsip yang tercela?

And what is the blameworthy principle?

an10.184:1.4

Pāṇātipāto …pe…

Membunuh makhluk hidup …

Killing living creatures …

an10.184:1.5

micchādiṭṭhi—

pandangan salah—

wrong view.

an10.184:1.6

ayaṁ vuccati, bhikkhave, sāvajjo dhammo.

Ini, para bhikkhu, disebut prinsip yang tercela.

This is called the blameworthy principle.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.