an10.177:15.1 Since in this life they didn’t kill living creatures … and had right view, they were reborn in the company of humans.
an10.177:15.2 Since they gave to ascetics or brahmins … they get to have the five kinds of human sensual stimulation.
Khotbah dengan Jānussoṇi
Sutta ini mengajak kita merenungkan hubungan antara perbuatan, kelahiran kembali, dan praktik persembahan. Mari kita simak bagaimana Buddha menjawab pertanyaan brahmana Jānussoṇi dengan cara yang tidak terduga dan mendalam.
Brahmana Jānussoṇi bertanya kepada Buddha apakah pemberian yang dipersembahkan untuk sanak saudara yang telah meninggal benar-benar bermanfaat bagi mereka. Buddha menjelaskan bahwa hal itu hanya bermanfaat jika sanak saudara tersebut terlahir di alam peta (alam setan), bukan di alam lain. Percakapan kemudian meluas pada penjelasan bahwa perbuatan baik dan buruk menentukan kelahiran kembali, dan bahwa berdana tidak pernah sia-sia bagi si pemberi, apa pun hasilnya.
an10.177:15.1 Since in this life they didn’t kill living creatures … and had right view, they were reborn in the company of humans.
an10.177:15.2 Since they gave to ascetics or brahmins … they get to have the five kinds of human sensual stimulation.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.