“Saparikkamano ayaṁ, bhikkhave, dhammo, nāyaṁ dhammo aparikkamano.
“Para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar.
“Mendicants, this teaching provides a bypass, it doesn’t lack a bypass.
Sutta Parikkamana (Jalan Keluar)
Sutta ini menawarkan pandangan yang mencerahkan tentang bagaimana setiap kebiasaan buruk memiliki jalan keluar yang jelas. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang sepuluh pasangan tindakan dan lawannya.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa Dhamma selalu menyediakan jalan keluar dari setiap bentuk perilaku tidak bermanfaat. Ia menguraikan sepuluh pasangan tindakan—dari membunuh hingga berpandangan salah—dan menunjukkan bahwa masing-masing memiliki lawan yang menjadi jalan keluarnya, seperti menghindari pembunuhan atau mengembangkan pandangan benar.
“Saparikkamano ayaṁ, bhikkhave, dhammo, nāyaṁ dhammo aparikkamano.
“Para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar.
“Mendicants, this teaching provides a bypass, it doesn’t lack a bypass.
Kathañca, bhikkhave, saparikkamano ayaṁ dhammo, nāyaṁ dhammo aparikkamano?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar?
And how does this teaching provide a bypass, not lacking a bypass?
Pāṇātipātissa, bhikkhave, pāṇātipātā veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang membunuh makhluk hidup, para bhikkhu, menghindari pembunuhan makhluk hidup adalah jalan keluarnya.
Not killing living creatures bypasses killing living creatures.
Adinnādāyissa, bhikkhave, adinnādānā veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang mengambil yang tidak diberikan, para bhikkhu, menghindari mengambil yang tidak diberikan adalah jalan keluarnya.
Not stealing bypasses stealing.
Kāmesumicchācārissa, bhikkhave, kāmesumicchācārā veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berperilaku salah dalam hal kenikmatan indria, para bhikkhu, menghindari perilaku salah dalam hal kenikmatan indria adalah jalan keluarnya.
Refraining from sexual misconduct bypasses sexual misconduct.
Musāvādissa, bhikkhave, musāvādā veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berbicara dusta, para bhikkhu, menghindari berbicara dusta adalah jalan keluarnya.
Not lying bypasses lying.
Pisuṇavācassa, bhikkhave, pisuṇāya vācāya veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berbicara memecah belah, para bhikkhu, menghindari berbicara memecah belah adalah jalan keluarnya.
Refraining from divisive speech bypasses divisive speech.
Pharusavācassa, bhikkhave, pharusāya vācāya veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berbicara kasar, para bhikkhu, menghindari berbicara kasar adalah jalan keluarnya.
Refraining from harsh speech bypasses harsh speech.
Samphappalāpissa, bhikkhave, samphappalāpā veramaṇī parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berbicara tidak bermanfaat, para bhikkhu, menghindari berbicara tidak bermanfaat adalah jalan keluarnya.
Refraining from talking nonsense bypasses talking nonsense.
Abhijjhālussa, bhikkhave, anabhijjhā parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang penuh kerinduan (ketamakan), para bhikkhu, tidak tamak adalah jalan keluarnya.
Contentment bypasses covetousness.
Byāpannacittassa, bhikkhave, abyāpādo parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berpikiran benci, para bhikkhu, tidak membenci adalah jalan keluarnya.
Good will bypasses ill will.
Micchādiṭṭhissa, bhikkhave, sammādiṭṭhi parikkamanaṁ hoti.
Bagi seseorang yang berpandangan salah, para bhikkhu, pandangan benar adalah jalan keluarnya.
Right view bypasses wrong view.
Evaṁ kho, bhikkhave, saparikkamano ayaṁ dhammo, nāyaṁ dhammo aparikkamano”ti.
Demikianlah, para bhikkhu, Dhamma ini memiliki jalan keluar, bukan tanpa jalan keluar.”
That’s how this teaching provides a bypass, it doesn’t lack a bypass.”
Navamaṁ.
Kesembilan.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.