“Adhammo ca, bhikkhave, veditabbo anattho ca;
“Para bhikkhu, kalian harus mengetahui prinsip-prinsip buruk beserta akibat buruknya.
“Mendicants, you should know bad principles with bad results.
Khotbah tentang Prinsip-Prinsip Buruk (1)
Sutta ini menyajikan ajaran yang sederhana namun mendalam tentang etika Buddhis. Mari kita renungkan bagaimana sepuluh tindakan buruk dan sepuluh tindakan baik ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari, dan bagaimana kita dapat mengarahkan praktik kita menuju apa yang bermanfaat.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan kepada para bhikkhu tentang pentingnya membedakan prinsip-prinsip buruk (adhhamma) yang membawa akibat buruk, dan prinsip-prinsip baik (dhamma) yang membawa akibat baik. Beliau merinci sepuluh tindakan buruk—mulai dari membunuh hingga pandangan salah—dan sepuluh tindakan baik yang merupakan kebalikannya, yaitu menghindari tindakan-tindakan tersebut dan mengembangkan kualitas batin yang sehat. Khotbah ini menegaskan bahwa setelah mengetahui keduanya, praktik harus diarahkan pada prinsip-prinsip baik.
“Adhammo ca, bhikkhave, veditabbo anattho ca;
“Para bhikkhu, kalian harus mengetahui prinsip-prinsip buruk beserta akibat buruknya.
“Mendicants, you should know bad principles with bad results.
dhammo ca veditabbo attho ca.
Dan kalian harus mengetahui prinsip-prinsip baik beserta akibat baiknya.
And you should know good principles with good results.
Adhammañca viditvā anatthañca, dhammañca viditvā atthañca yathā dhammo yathā attho tathā paṭipajjitabbaṁ.
Setelah mengetahui prinsip-prinsip buruk beserta akibat buruknya, dan prinsip-prinsip baik beserta akibat baiknya, praktik kalian harus mengikuti prinsip-prinsip baik dengan akibat baik.
Knowing these things, your practice should follow the good principles with good results.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.