Kaṇhaṁ dhammaṁ vippahāya,
Setelah meninggalkan kualitas gelap,
Rid of dark qualities,
Khotbah tentang Pantai Dekat
Dalam sutta ini, Sang Buddha menggunakan metafora pantai untuk menggambarkan dua sisi kehidupan: sisi yang dekat dengan penderitaan dan sisi yang menuju kebebasan. Mari kita simak bagaimana Beliau merinci keduanya.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha mengajarkan tentang dua pantai: pantai dekat yang merupakan sepuluh perbuatan tidak baik, dan pantai seberang yang merupakan sepuluh perbuatan baik. Beliau menjelaskan bahwa dengan meninggalkan kualitas gelap dan mengembangkan kualitas terang, seseorang dapat menyeberangi lautan saṃsāra yang sulit dilalui.
Kaṇhaṁ dhammaṁ vippahāya,
Setelah meninggalkan kualitas gelap,
Rid of dark qualities,
sukkaṁ bhāvetha paṇḍito;
orang bijaksana mengembangkan kualitas terang;
an astute person would develop the bright.
Okā anokamāgamma,
setelah meninggalkan rumah menuju tanpa rumah,
Having left home for homelessness
viveke yattha dūramaṁ.
dalam keterasingan yang sulit dinikmati.
in seclusion, where joy is hard,
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.