… ‘Adinnādānassa kho pāpako vipāko—
… ‘Mengambil apa yang tidak diberikan memiliki akibat yang buruk—
… ‘Stealing has a bad result
Khotbah tentang Turunnya Yang Mulia
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna 'turun' atau 'membersihkan diri' secara mendalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan para bhikkhu pada pemahaman tentang penurunan yang mulia, yang berpusat pada pelepasan batin, bukan sekadar ritual lahiriah.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan apa yang disebut sebagai 'turunnya yang mulia' (ariyapaccorohaṇī). Berbeda dengan ritual turun ke sungai untuk membersihkan diri, penurunan mulia adalah praktik meninggalkan sepuluh tindakan tidak bajik—mulai dari membunuh makhluk hidup hingga pandangan salah—setelah merenungkan akibat buruknya. Ini adalah penurunan sejati yang dilakukan oleh seorang siswa mulia.
… ‘Adinnādānassa kho pāpako vipāko—
… ‘Mengambil apa yang tidak diberikan memiliki akibat yang buruk—
… ‘Stealing has a bad result
diṭṭhe ceva dhamme abhisamparāyañcā’ti.
baik dalam kehidupan ini maupun dalam kehidupan yang akan datang.’
in the present life and in lives to come.’
So iti paṭisaṅkhāya adinnādānaṁ pajahati;
Setelah merenungkan demikian, ia meninggalkan pengambilan apa yang tidak diberikan;
Reflecting like this, they give up stealing,
adinnādānā paccorohati.
ia turun dari pengambilan apa yang tidak diberikan.
they descend from stealing.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.