“Ariyaṁ vo, bhikkhave, paccorohaṇiṁ desessāmi.
“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan turunnya yang mulia.
“Mendicants, I will teach you the noble descent.
Khotbah tentang Turunnya Yang Mulia
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna 'turun' atau 'membersihkan diri' secara mendalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan para bhikkhu pada pemahaman tentang penurunan yang mulia, yang berpusat pada pelepasan batin, bukan sekadar ritual lahiriah.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan apa yang disebut sebagai 'turunnya yang mulia' (ariyapaccorohaṇī). Berbeda dengan ritual turun ke sungai untuk membersihkan diri, penurunan mulia adalah praktik meninggalkan sepuluh tindakan tidak bajik—mulai dari membunuh makhluk hidup hingga pandangan salah—setelah merenungkan akibat buruknya. Ini adalah penurunan sejati yang dilakukan oleh seorang siswa mulia.
“Ariyaṁ vo, bhikkhave, paccorohaṇiṁ desessāmi.
“Para bhikkhu, Aku akan mengajarkan turunnya yang mulia.
“Mendicants, I will teach you the noble descent.
Taṁ suṇātha, sādhukaṁ manasi karotha, bhāsissāmī”ti.
Dengarkanlah dan perhatikanlah dengan baik, Aku akan berbicara.”
Listen and apply your mind well, I will speak.”
“Evaṁ, bhante”ti kho te bhikkhū bhagavato paccassosuṁ.
“Baik, Bhante,” para bhikkhu itu menjawab kepada Bhagavā.
“Yes, sir,” they replied.
Bhagavā etadavoca:
Bhagavā berkata sebagai berikut:
The Buddha said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.