an10.168:11.1 … ‘Wrong view has a bad result both in the present life and in lives to come.’
an10.168:11.2 Reflecting like this, they give up wrong view,
an10.168:11.3 they descend from wrong view.
an10.168:11.4 This is called the noble descent.”
Khotbah tentang Turunnya Yang Mulia
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna 'turun' atau 'membersihkan diri' secara mendalam. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha mengarahkan para bhikkhu pada pemahaman tentang penurunan yang mulia, yang berpusat pada pelepasan batin, bukan sekadar ritual lahiriah.
Dalam khotbah ini, Sang Buddha menjelaskan apa yang disebut sebagai 'turunnya yang mulia' (ariyapaccorohaṇī). Berbeda dengan ritual turun ke sungai untuk membersihkan diri, penurunan mulia adalah praktik meninggalkan sepuluh tindakan tidak bajik—mulai dari membunuh makhluk hidup hingga pandangan salah—setelah merenungkan akibat buruknya. Ini adalah penurunan sejati yang dilakukan oleh seorang siswa mulia.
an10.168:11.1 … ‘Wrong view has a bad result both in the present life and in lives to come.’
an10.168:11.2 Reflecting like this, they give up wrong view,
an10.168:11.3 they descend from wrong view.
an10.168:11.4 This is called the noble descent.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.