‹
AN 10.167

Brāhmaṇapaccorohaṇīsutta

Khotbah tentang Upacara Turun Brahmana

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.167

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan makna ritual dan transformasi batin. Mari kita simak bagaimana Buddha merespons praktik keagamaan yang sudah mapan dengan perspektif etis yang mendalam.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Pada hari uposatha, brahmana Jāṇussoṇī terlihat berdiri di dekat Buddha dengan pakaian baru dan rumput kusa, mempersiapkan upacara turun (paccorohaṇī) tradisional Brahmana. Buddha kemudian menjelaskan bahwa dalam disiplin Yang Mulia, upacara turun yang sesungguhnya bukanlah ritual penyembahan api, melainkan meninggalkan sepuluh perbuatan tidak bajik—mulai dari membunuh makhluk hidup hingga pandangan salah—setelah merenungkan akibat buruknya. Jāṇussoṇī mengakui keunggulan ajaran ini dan menyatakan diri sebagai umat awam yang berlindung.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.167:8.1

… ‘Kāmesumicchācārassa kho pāpako vipāko—

… ‘Perbuatan salah dalam hal nafsu indria memiliki akibat yang buruk—

… ‘Sexual misconduct has a bad result

an10.167:8.2

diṭṭhe ceva dhamme abhisamparāyañcā’ti.

baik dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang.’

in the present life and in lives to come.’

an10.167:8.3

So iti paṭisaṅkhāya kāmesumicchācāraṁ pajahati;

Dengan merenungkan demikian, ia meninggalkan perbuatan salah dalam hal nafsu indria;

Reflecting like this, they give up sexual misconduct,

an10.167:8.4

kāmesumicchācārā paccorohati.

ia turun dari perbuatan salah dalam hal nafsu indria.

they descend from sexual misconduct.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.