Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 10.15
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan posisi ketekunan dalam praktik Dhamma. Perhatikan bagaimana berbagai perumpamaan digunakan untuk menekankan satu pesan yang sama.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa semua kualitas bermanfaat berakar pada ketekunan (appamāda). Ia menggunakan serangkaian perumpamaan—mulai dari jejak gajah, kasau rumah, hingga sungai-sungai besar yang bermuara ke samudra—untuk menggambarkan bagaimana ketekunan adalah yang terunggul di antara segala kualitas baik.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Seyyathāpi, bhikkhave, saradasamaye viddhe vigatavalāhake deve ādicco nabhaṁ abbhussakkamāno sabbaṁ ākāsagataṁ tamagataṁ abhivihacca bhāsate ca tapate ca virocati ca;
Seperti halnya, para bhikkhu, pada musim gugur, ketika langit cerah dan tidak berawan, matahari yang terbit ke angkasa, setelah menghalau segala kegelapan di ruang angkasa, bersinar, memancarkan panas, dan bercahaya terang.
In the autumn the heavens are sunny and cloudless. And as the sun is rising to the firmament, having dispelled all the darkness of space, it shines and glows and dazzles.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 10.15 · Sutta tentang Ketekunan | Tiga Keranjang