Seyyathāpi, bhikkhave, ye keci pupphagandhā, vassikaṁ tesaṁ aggamakkhāyati;
Seperti halnya, para bhikkhu, di antara semua jenis bunga wangi, melati dinyatakan sebagai yang terbaik;
Of all kinds of fragrant flower, jasmine is said to be the best.
Sutta tentang Ketekunan
Sutta ini mengajak kita merenungkan posisi ketekunan dalam praktik Dhamma. Perhatikan bagaimana berbagai perumpamaan digunakan untuk menekankan satu pesan yang sama.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa semua kualitas bermanfaat berakar pada ketekunan (appamāda). Ia menggunakan serangkaian perumpamaan—mulai dari jejak gajah, kasau rumah, hingga sungai-sungai besar yang bermuara ke samudra—untuk menggambarkan bagaimana ketekunan adalah yang terunggul di antara segala kualitas baik.
Seyyathāpi, bhikkhave, ye keci pupphagandhā, vassikaṁ tesaṁ aggamakkhāyati;
Seperti halnya, para bhikkhu, di antara semua jenis bunga wangi, melati dinyatakan sebagai yang terbaik;
Of all kinds of fragrant flower, jasmine is said to be the best.
evamevaṁ kho, bhikkhave …pe….
demikian pula, para bhikkhu … (lengkap seperti di atas).
In the same way …
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.