‹
AN 10.14

Cetokhilasutta

Kekerasan Hati

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.14

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah ajaran langsung dari Sang Buddha tentang peta batin yang halus. Mari kita simak dengan tenang, merenungkan mana di antara sepuluh kondisi ini yang mungkin masih ada dalam diri kita, dan bagaimana hal itu memengaruhi semangat latihan kita sehari-hari.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan sepuluh kondisi batin yang menghalangi kemajuan spiritual seorang bhikkhu atau bhikkhuni: lima kekerasan hati (cetokhila) dan lima belenggu batin (cetasovinibandha). Beliau menguraikan bagaimana kondisi-kondisi ini menyebabkan kemunduran, dan sebaliknya, bagaimana melepaskannya membawa pertumbuhan dalam kualitas-kualitas bermanfaat, dengan menggunakan perumpamaan bulan yang memudar dan bulan yang tumbuh.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.14:13.1

Yassa kassaci, bhikkhave, bhikkhussa vā bhikkhuniyā vā ime pañca cetokhilā pahīnā ime pañca cetasovinibandhā susamucchinnā, tassa yā ratti vā divaso vā āgacchati vuddhiyeva pāṭikaṅkhā kusalesu dhammesu no parihāni.

Para bhikkhu, bagi siapa pun—bhikkhu atau bhikkhuni—yang telah meninggalkan lima jenis kekerasan hati ini dan telah memotong lima belenggu batin ini, maka apa pun malam atau siang yang datang, yang dapat diharapkan hanyalah pertumbuhan dalam kualitas-kualitas bermanfaat, bukan kemunduran.

A monk or nun who has given up these five kinds of hard-heartedness and has severed these five shackles of the heart can expect growth, not decline, in skillful qualities, whether by day or by night.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.