Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhu dhamme na kaṅkhati …pe…
Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak ragu-ragu terhadap Dhamma …
Furthermore, a mendicant has no doubts about the teaching …
Kekerasan Hati
Sutta ini adalah ajaran langsung dari Sang Buddha tentang peta batin yang halus. Mari kita simak dengan tenang, merenungkan mana di antara sepuluh kondisi ini yang mungkin masih ada dalam diri kita, dan bagaimana hal itu memengaruhi semangat latihan kita sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan sepuluh kondisi batin yang menghalangi kemajuan spiritual seorang bhikkhu atau bhikkhuni: lima kekerasan hati (cetokhila) dan lima belenggu batin (cetasovinibandha). Beliau menguraikan bagaimana kondisi-kondisi ini menyebabkan kemunduran, dan sebaliknya, bagaimana melepaskannya membawa pertumbuhan dalam kualitas-kualitas bermanfaat, dengan menggunakan perumpamaan bulan yang memudar dan bulan yang tumbuh.
Puna caparaṁ, bhikkhave, bhikkhu dhamme na kaṅkhati …pe…
Selanjutnya, para bhikkhu, seorang bhikkhu tidak ragu-ragu terhadap Dhamma …
Furthermore, a mendicant has no doubts about the teaching …
saṅghe na kaṅkhati …
tidak ragu-ragu terhadap Saṅgha …
the Saṅgha …
sikkhāya na kaṅkhati …
tidak ragu-ragu terhadap latihan …
the training …
sabrahmacārīsu na kupito hoti attamano na āhatacitto na khilajāto.
Seorang bhikkhu tidak marah dan tidak kesal terhadap rekan-rekan sebrahmacari, tidak sakit hati dan tidak bermusuhan.
A mendicant is not angry and upset with their spiritual companions, not resentful or closed off.
Yo so, bhikkhave, bhikkhu sabrahmacārīsu na kupito hoti attamano na āhatacitto na khilajāto, tassa cittaṁ namati ātappāya anuyogāya sātaccāya padhānāya.
Para bhikkhu, ketika seorang bhikkhu tidak marah dan tidak kesal terhadap rekan-rekan sebrahmacari, tidak sakit hati dan tidak bermusuhan — maka pikirannya condong pada semangat, ketekunan, kesinambungan, dan usaha.
This being so, their mind inclines toward keenness, commitment, persistence, and striving.
Yassa cittaṁ namati ātappāya anuyogāya sātaccāya padhānāya, evamassāyaṁ pañcamo cetokhilo pahīno hoti.
Ketika pikirannya condong pada semangat, ketekunan, kesinambungan, dan usaha, maka ini adalah kekerasan hati kelima yang telah ditinggalkannya.
This is the fifth kind of hard-heartedness they’ve given up.
Imassa pañca cetokhilā pahīnā honti.
Lima jenis kekerasan hati ini telah ditinggalkannya.
These are the five kinds of hard-heartedness they’ve given up.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.