Tatrābhiratimiccheyya,
Di sana ia hendaknya merindukan kepuasan,
they’d long for satisfaction there.
Sutta Pantai Terdekat
Sutta ini menggunakan metafora dua pantai untuk menggambarkan perjalanan spiritual. Perhatikan bagaimana daftar sepuluh kondisi salah dan benar disusun berpasangan, dan renungkan syair penutup yang menggambarkan mereka yang berhasil menyeberang.
Dalam sutta ini, Sang Buddha mengajarkan tentang dua pantai: pantai terdekat yang merupakan sepuluh kondisi salah (micchatta) dan pantai seberang yang merupakan sepuluh kondisi benar (sammatta). Beliau kemudian menegaskan bahwa hanya sedikit orang yang mampu menyeberang ke pantai seberang, sementara kebanyakan hanya berlarian di pantai terdekat. Sutta ditutup dengan syair tentang orang bijaksana yang meninggalkan kualitas gelap, mengembangkan yang terang, dan mencapai padamnya kekotoran batin di dunia ini.
Tatrābhiratimiccheyya,
Di sana ia hendaknya merindukan kepuasan,
they’d long for satisfaction there.
hitvā kāme akiñcano;
setelah meninggalkan kenikmatan indria, tanpa memiliki apa pun;
Forsaking sensual pleasures, owning nothing,
Pariyodapeyya attānaṁ,
Orang bijaksana hendaknya membersihkan dirinya
an astute person would cleanse themselves
cittaklesehi paṇḍito.
dari kekotoran batin.
of mental corruptions.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.