‹
AN 10.116

Ajitasutta

Khotbah tentang Ajita

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.116

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita diajak merenungkan apa arti menjadi 'cerdas' sejati. Ajita membawa kabar tentang temannya yang pandai berdebat, tetapi Buddha mengarahkan perhatian pada ukuran yang lebih dalam: bukan sekadar menang argumen, melainkan memahami dan menjalani Dhamma dengan benar.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Pengembara Ajita mendatangi Buddha dan menyebut temannya yang bernama 'Cerdas' yang telah menyusun sekitar lima ratus argumen untuk membantah pengikut agama lain. Buddha kemudian mengajarkan bahwa sekadar pandai berdebat bukanlah ukuran kebijaksanaan sejati. Ia menjelaskan pentingnya mengetahui apa yang bukan Dhamma dan apa yang Dhamma, serta akibat buruk dan akibat baik, kemudian berlatih sesuai dengan Dhamma dan manfaat. Buddha merinci sepuluh aspek jalan salah dan jalan benar, dari pandangan hingga kebebasan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.116:5.1

“Idha, bhikkhave, ekacco adhammikena vādena adhammikaṁ vādaṁ abhiniggaṇhāti abhinippīḷeti, tena ca adhammikaṁ parisaṁ rañjeti.

“Para bhikkhu, di sini seseorang membantah dan menekan pernyataan yang tidak sesuai Dhamma dengan pernyataan yang tidak sesuai Dhamma. Dengan itu ia menyenangkan kumpulan yang tidak sesuai Dhamma.

“Mendicants, take a certain someone who rebuts and quashes unprincipled statements with unprincipled statements. This delights an unprincipled assembly,

an10.116:5.2

Tena sā adhammikā parisā uccāsaddamahāsaddā hoti:

Kumpulan yang tidak sesuai Dhamma itu menjadi ribut dan gaduh:

who make a colossal racket:

an10.116:5.3

‘paṇḍito vata bho, paṇḍito vata bho’ti.

‘Ia sungguh cerdas! Ia sungguh cerdas!’

‘He is truly astute! He is truly astute!’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.