“Amhākaṁ, bho gotama, paṇḍito nāma sabrahmacārī.
“Guru Gotama, kami memiliki seorang teman spiritual bernama ‘Cerdas’.
“Worthy Gotama, we have a spiritual companion called ‘Astute’.
Khotbah tentang Ajita
Dalam sutta ini, kita diajak merenungkan apa arti menjadi 'cerdas' sejati. Ajita membawa kabar tentang temannya yang pandai berdebat, tetapi Buddha mengarahkan perhatian pada ukuran yang lebih dalam: bukan sekadar menang argumen, melainkan memahami dan menjalani Dhamma dengan benar.
Pengembara Ajita mendatangi Buddha dan menyebut temannya yang bernama 'Cerdas' yang telah menyusun sekitar lima ratus argumen untuk membantah pengikut agama lain. Buddha kemudian mengajarkan bahwa sekadar pandai berdebat bukanlah ukuran kebijaksanaan sejati. Ia menjelaskan pentingnya mengetahui apa yang bukan Dhamma dan apa yang Dhamma, serta akibat buruk dan akibat baik, kemudian berlatih sesuai dengan Dhamma dan manfaat. Buddha merinci sepuluh aspek jalan salah dan jalan benar, dari pandangan hingga kebebasan.
“Amhākaṁ, bho gotama, paṇḍito nāma sabrahmacārī.
“Guru Gotama, kami memiliki seorang teman spiritual bernama ‘Cerdas’.
“Worthy Gotama, we have a spiritual companion called ‘Astute’.
Tena pañcamattāni cittaṭṭhānasatāni cintitāni, yehi aññatitthiyā upāraddhāva jānanti upāraddhasmā”ti.
Ia telah menyusun sekitar lima ratus argumen yang dengannya para pengikut agama lain akan tahu ketika mereka telah terbantahkan.”
He has worked out around five hundred arguments by which followers of other religions will know when they’ve been refuted.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.