‘Adhammo ca, bhikkhave, veditabbo dhammo ca;
‘Para bhikkhu, yang bukan-Dhamma dan Dhamma harus diketahui;
‘You should know bad principles and good principles.
Khotbah tentang Ajita
Dalam sutta ini, kita diajak merenungkan apa arti menjadi 'cerdas' sejati. Ajita membawa kabar tentang temannya yang pandai berdebat, tetapi Buddha mengarahkan perhatian pada ukuran yang lebih dalam: bukan sekadar menang argumen, melainkan memahami dan menjalani Dhamma dengan benar.
Pengembara Ajita mendatangi Buddha dan menyebut temannya yang bernama 'Cerdas' yang telah menyusun sekitar lima ratus argumen untuk membantah pengikut agama lain. Buddha kemudian mengajarkan bahwa sekadar pandai berdebat bukanlah ukuran kebijaksanaan sejati. Ia menjelaskan pentingnya mengetahui apa yang bukan Dhamma dan apa yang Dhamma, serta akibat buruk dan akibat baik, kemudian berlatih sesuai dengan Dhamma dan manfaat. Buddha merinci sepuluh aspek jalan salah dan jalan benar, dari pandangan hingga kebebasan.
‘Adhammo ca, bhikkhave, veditabbo dhammo ca;
‘Para bhikkhu, yang bukan-Dhamma dan Dhamma harus diketahui;
‘You should know bad principles and good principles.
anattho ca veditabbo attho ca.
Dan akibat buruk dan akibat baik harus diketahui.
And you should know bad results and good results.
Adhammañca viditvā dhammañca, anatthañca viditvā atthañca yathā dhammo yathā attho tathā paṭipajjitabban’ti,
Setelah mengetahui yang bukan-Dhamma dan Dhamma, serta akibat buruk dan akibat baik, maka praktik harus dijalankan sesuai dengan Dhamma dan sesuai dengan akibat baik.’
Knowing these things, your practice should follow the good principles with good results.’
iti yaṁ taṁ vuttaṁ, idametaṁ paṭicca vuttan”ti.
Demikianlah yang Kukatakan, dan karena itulah Aku mengatakannya.”
That’s what I said, and this is why I said it.”
Catutthaṁ.
Keempat.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.