“Sādhu sādhu, bhikkhave.
“Bagus, bagus, para bhikkhu.
“Good, good, mendicants!
Khotbah tentang Prinsip Buruk (Ke-3)
Sutta ini memperlihatkan dinamika antara Sang Buddha, para bhikkhu, dan Ānanda dalam menggali makna ajaran. Perhatikan bagaimana Sang Buddha memberikan ruang bagi murid-Nya untuk menjelaskan, dan bagaimana Beliau kemudian mengukuhkan penjelasan tersebut.
Sang Buddha memberikan khotbah singkat tentang pentingnya mengetahui prinsip buruk dan baik beserta akibatnya, lalu tanpa menjelaskan lebih lanjut, Beliau masuk ke kediamannya. Para bhikkhu yang bingung kemudian meminta Yang Mulia Ānanda untuk menguraikan makna khotbah singkat tersebut. Ānanda menjelaskan bahwa prinsip buruk adalah sepuluh jalan salah (micchatta) dan prinsip baik adalah sepuluh jalan benar (sammatta), lengkap dengan akibat masing-masing. Sang Buddha kemudian membenarkan penjelasan Ānanda dan menyatakan bahwa Beliau sendiri akan menjawab dengan cara yang sama persis.
“Sādhu sādhu, bhikkhave.
“Bagus, bagus, para bhikkhu.
“Good, good, mendicants!
Paṇḍito, bhikkhave, ānando.
Para bhikkhu, Ānanda adalah seorang yang bijaksana.
Ānanda is astute,
Mahāpañño, bhikkhave, ānando.
Para bhikkhu, Ānanda memiliki kebijaksanaan yang besar.
he has great wisdom.
Mañcepi tumhe, bhikkhave, upasaṅkamitvā etamatthaṁ paṭipuccheyyātha, ahampi cetaṁ evamevaṁ byākareyyaṁ yathā taṁ ānandena byākataṁ.
Para bhikkhu, jika kalian datang kepadaku dan menanyakan hal ini, aku pun akan menjawabnya dengan cara yang sama persis seperti yang dijawab oleh Ānanda.
If you came to me and asked this question, I would answer it in exactly the same way as Ānanda.
Eso ceva tassa attho evañca naṁ dhāreyyāthā”ti.
Itulah maknanya, dan demikianlah kalian harus mengingatnya.”
That is what it means, and that’s how you should remember it.”
Tatiyaṁ.
Bagian ketiga.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.