Sammattaṁ, bhikkhave, āgamma ārādhanā hoti, no virādhanā.
Para bhikkhu, dengan mengandalkan jalan yang benar, keberhasilan terjadi, bukan kegagalan.
Relying on the right way leads to success, not failure.
Jalan yang Salah
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana satu langkah awal, baik atau buruk, dapat menentukan seluruh perjalanan batin. Mari kita simak penjelasan Sang Buddha tentang dua jalur yang saling berlawanan ini.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menjelaskan kepada para bhikkhu bahwa mengandalkan jalan yang salah (micchatta) membawa pada kegagalan, bukan keberhasilan, karena setiap faktor salah memunculkan faktor salah berikutnya, dari pandangan salah hingga kebebasan salah. Sebaliknya, mengandalkan jalan yang benar (sammatta) membawa pada keberhasilan, karena setiap faktor benar memunculkan faktor benar berikutnya, dari pandangan benar hingga kebebasan benar. Sutta ini menekankan hukum sebab-akibat dalam praktik spiritual.
Sammattaṁ, bhikkhave, āgamma ārādhanā hoti, no virādhanā.
Para bhikkhu, dengan mengandalkan jalan yang benar, keberhasilan terjadi, bukan kegagalan.
Relying on the right way leads to success, not failure.
Kathañca, bhikkhave, sammattaṁ āgamma ārādhanā hoti, no virādhanā?
Dan bagaimanakah, para bhikkhu, dengan mengandalkan jalan yang benar, keberhasilan terjadi, bukan kegagalan?
And how does relying on the right way lead to success, not failure?
Sammādiṭṭhikassa, bhikkhave, sammāsaṅkappo pahoti, sammāsaṅkappassa sammāvācā pahoti, sammāvācassa sammākammanto pahoti, sammākammantassa sammāājīvo pahoti, sammāājīvassa sammāvāyāmo pahoti, sammāvāyāmassa sammāsati pahoti, sammāsatissa sammāsamādhi pahoti, sammāsamādhissa sammāñāṇaṁ pahoti, sammāñāṇissa sammāvimutti pahoti.
Pada seseorang yang berpandangan benar, muncullah kehendak benar; pada yang berkehendak benar, muncullah ucapan benar; pada yang berucap benar, muncullah perbuatan benar; pada yang berperbuat benar, muncullah penghidupan benar; pada yang berpenghidupan benar, muncullah usaha benar; pada yang berusaha benar, muncullah perhatian benar; pada yang berperhatian benar, muncullah konsentrasi benar; pada yang berkonsentrasi benar, muncullah pengetahuan benar; pada yang berpengetahuan benar, muncullah kebebasan benar.
Right view produces right purpose. Right purpose produces right speech. Right speech produces right action. Right action produces right livelihood. Right livelihood produces right effort. Right effort produces right mindfulness. Right mindfulness produces right immersion. Right immersion produces right knowledge. Right knowledge produces right freedom.
Evaṁ kho, bhikkhave, sammattaṁ āgamma ārādhanā hoti, no virādhanā”ti.
Demikianlah, para bhikkhu, dengan mengandalkan jalan yang benar, keberhasilan terjadi, bukan kegagalan.”
That’s how relying on the right way leads to success, not failure.”
Tatiyaṁ.
Ketiga.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.