Tassuddānaṁ
Ringkasan bab ini:
Sutta tentang Ketidakmampuan
Sutta ini adalah salah satu ajaran singkat namun padat dari Sang Buddha tentang penghalang-penghalang batin. Saat membacanya, perhatikan bagaimana sepuluh kualitas yang disebutkan saling berkaitan dan bagaimana semuanya berakar pada tiga akar kejahatan: nafsu, kebencian, dan delusi. Renungkan juga relevansinya dalam praktik sehari-hari.
Dalam sutta ini, Sang Buddha menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa tanpa meninggalkan sepuluh kualitas batin yang tidak bermanfaat—nafsu, kebencian, delusi, kemarahan, dendam, kemunafikan, sikap merendahkan, iri hati, kekikiran, dan kesombongan—seseorang tidak akan mampu merealisasikan kesempurnaan (Arahatta). Sebaliknya, dengan meninggalkan sepuluh hal tersebut, realisasi kesempurnaan menjadi mungkin. Sutta ini menegaskan pentingnya melepaskan kotoran batin sebagai syarat mutlak untuk mencapai tujuan tertinggi dalam ajaran Buddha.
Tassuddānaṁ
Ringkasan bab ini:
Kāmabhogī bhayaṁ diṭṭhi,
Penikmat kenikmatan indria, ketakutan, pandangan salah,
vajjiyamāhituttiyā;
Vajjiya, dan yang disebutkan;
Kokanudo āhuneyyo,
Kokanuda, yang layak menerima persembahan,
thero upāli abhabboti.
Yang tua, Upāli, dan ketidakmampuan.
Dutiyo paṇṇāsako samatto.
Kelompok lima puluh kedua selesai.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.