
Rāhula
Bhikkhu
Rahula dikenal dalam tradisi Buddhis sebagai putra Siddhattha Gotama sebelum kehidupan pertapaannya. Setelah Buddha kembali berhubungan dengan keluarga Sakya, Rahula kemudian memasuki kehidupan monastik.
Riwayat
Teks Buddhis tidak menggambarkan hubungan keluarga itu sebagai alasan untuk memperoleh perlakuan istimewa. Sebaliknya, sejumlah khotbah kepada Rahula memperlihatkan latihan yang serius dan bertahap.
MN 61, Ambalatthikarahulovada Sutta, menekankan pemeriksaan tindakan tubuh, ucapan, dan pikiran serta pentingnya kejujuran. MN 62 memberikan petunjuk meditasi lebih lanjut dan mengajarkan kualitas seperti unsur bumi yang tidak bereaksi dengan kebencian.
MN 147 menggambarkan pengajaran lain kepada Rahula yang berkaitan dengan indera, objek indera, kesadaran, dan ketidakkekalan. Rangkaian ini dapat dibaca sebagai perjalanan pendidikan spiritual yang semakin mendalam.
Bagi Tiga Keranjang, Rahula menarik karena memperlihatkan hubungan ayah-anak yang berubah menjadi hubungan guru-siswa. Kekuatan kisahnya justru terletak pada disiplin latihan, bukan pada dramatisasi keluarga yang tidak didukung teks.