sn7.15:3.1 Kemudian Brahmana Manatthaddha berpikir,
sn7.15:3.2 “Pertapa Gotama mengetahui pikiranku!” Maka di tempat itu juga ia bersujud dengan kepalanya di kaki Bhagavā, mencium dan mengusap kaki Bhagavā dengan tangannya, sambil menyebutkan namanya:
sn7.15:3.3 “Aku Manatthaddha, Yang Mulia Gotama! Aku Manatthaddha, Yang Mulia Gotama!”
sn7.15:3.4 Kemudian seluruh kumpulan itu tercengang:
sn7.15:3.5 “Sungguh menakjubkan, tuan! Sungguh mengagumkan, tuan!
sn7.15:3.6 Brahmana Manatthaddha ini tidak pernah menghormati ibu, tidak menghormati ayah, tidak menghormati guru, tidak menghormati kakak laki-lakinya;
sn7.15:3.7 namun kini ia menunjukkan penghormatan tertinggi kepada Pertapa Gotama!”
sn7.15:3.8 Kemudian Bhagavā berkata kepada Brahmana Manatthaddha:
sn7.15:3.9 “Cukup, Brahmana. Bangunlah dan duduklah di tempat dudukmu sendiri.
sn7.15:3.10 Karena pikiranmu telah berkeyakinan kepada-Ku.”
sn7.15:3.11 Kemudian Brahmana Manatthaddha duduk di tempat duduknya sendiri dan berkata kepada Bhagavā dalam syair: