sn7.15:1.1 Di Sāvatthī.
sn7.15:1.2 Pada saat itu, seorang brahmana bernama Manatthaddha (Sombong) sedang menetap di Sāvatthī.
sn7.15:1.3 Ia tidak menghormati ibu, ayah, guru, maupun kakak laki-lakinya yang tertua.
sn7.15:1.4 Pada saat itu, Sang Bhagavā sedang mengajarkan Dhamma di tengah kumpulan besar yang mengelilingi Beliau.
sn7.15:1.5 Kemudian brahmana Manatthaddha berpikir:
sn7.15:1.6 “Pertapa Gotama ini sedang mengajarkan Dhamma di tengah kumpulan besar yang mengelilingi Beliau.
sn7.15:1.7 Bagaimana jika aku mendatangi pertapa Gotama itu?
sn7.15:1.8 Jika pertapa Gotama berbicara kepadaku, aku akan berbicara kepada-Nya.
sn7.15:1.9 Tetapi jika pertapa Gotama tidak berbicara, aku juga tidak akan berbicara.”
sn7.15:1.10 Kemudian brahmana Manatthaddha mendatangi Sang Bhagavā, dan setelah mendekat, ia berdiri diam di satu sisi.
sn7.15:1.11 Namun Sang Bhagavā tidak berbicara kepadanya.
sn7.15:1.12 Kemudian brahmana Manatthaddha berpikir:
sn7.15:1.13 “Pertapa Gotama ini tidak mengetahui apa-apa!” Dan ia ingin segera kembali dari sana.
sn7.15:1.14 Kemudian Sang Bhagavā, setelah mengetahui pikiran brahmana Manatthaddha, berkata kepadanya dalam syair: