Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
Khotbah dengan Bhāradvāja Sang Petani
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā magadhesu viharati dakkhiṇāgirismiṁ ekanāḷāyaṁ brāhmaṇagāme.
Pada suatu ketika Sang Bhagavā sedang menetap di negeri Magadha di Perbukitan Selatan, dekat desa brahmana Ekanāḷa.
At one time the Buddha was staying in the land of the Magadhans in the Southern Hills near the brahmin village of Ekanāḷa.
Tena kho pana samayena kasibhāradvājassa brāhmaṇassa pañcamattāni naṅgalasatāni payuttāni honti vappakāle.
Pada saat itu, brahmana Bhāradvāja Sang Petani sedang menyiapkan sekitar lima ratus bajak, karena sudah tiba musim menabur.
Now at that time the brahmin Bhāradvāja the Farmer had harnessed around five hundred plows, it being the season for sowing.
Atha kho bhagavā pubbaṇhasamayaṁ nivāsetvā pattacīvaramādāya yena kasibhāradvājassa brāhmaṇassa kammanto tenupasaṅkami.
Kemudian Sang Bhagavā merapikan jubah-Nya pada pagi hari, dan sambil membawa mangkuk serta jubah, Beliau mendatangi tempat kerja brahmana Bhāradvāja Sang Petani.
Then the Buddha robed up in the morning and, taking his bowl and robe, went to where Bhāradvāja the Farmer was working.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.