sn6.14:8.1 Kemudian, para bhikkhu, setelah membangkitkan rasa takjub pada dewa itu, pada kumpulan Brahma, dan pada para pengikut Brahma, Bhagavā Sikhī yang Arahat, Sammāsambuddha, dan bhikkhu Abhibhū—
sn6.14:8.2 sebagaimana seorang kuat dengan mudah meluruskan atau melipat lengannya—lenyap dari alam Brahma itu dan muncul di ibu kota Aruṇavatī.
sn6.14:8.3 Kemudian, para bhikkhu, Bhagavā Sikhī yang Arahat, Sammāsambuddha, berkata kepada para bhikkhu:
sn6.14:8.4 ‘Para bhikkhu, apakah kalian mendengar syair yang diucapkan oleh bhikkhu Abhibhū ketika berdiri di alam Brahma?’
sn6.14:8.5 ‘Kami mendengarnya, Bhante, syair yang diucapkan oleh bhikkhu Abhibhū ketika berdiri di alam Brahma.’
sn6.14:8.6 ‘Namun, para bhikkhu, bagaimanakah kalian mendengar syair yang diucapkan oleh bhikkhu Abhibhū ketika berdiri di alam Brahma?’
sn6.14:8.7 ‘Beginilah kami mendengarnya, Bhante, syair yang diucapkan oleh bhikkhu Abhibhū ketika berdiri di alam Brahma: