‹
SN 6.10

Kokālikasutta

Khotbah tentang Kokālika

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 6.10

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn6.10:2.1

Atha kho kokāliko bhikkhu uṭṭhāyāsanā bhagavantaṁ abhivādetvā padakkhiṇaṁ katvā pakkāmi.

Kemudian Kokālika bangkit dari duduknya, memberi hormat kepada Bhagavā, berjalan mengelilingi-Nya dengan menghadapkan sisi kanan, lalu pergi.

Then Kokālika rose from his seat, bowed, and respectfully circled the Buddha, keeping him on his right, before leaving.

sn6.10:2.2

Acirapakkantassa ca kokālikassa bhikkhuno sāsapamattīhi pīḷakāhi sabbo kāyo phuṭo ahosi.

Tidak lama setelah kepergiannya, tubuhnya dipenuhi bisul sebesar biji sesawi.

Not long after he left his body erupted with boils the size of mustard seeds.

sn6.10:2.3

Sāsapamattiyo hutvā muggamattiyo ahesuṁ, muggamattiyo hutvā kalāyamattiyo ahesuṁ, kalāyamattiyo hutvā kolaṭṭhimattiyo ahesuṁ, kolaṭṭhimattiyo hutvā kolamattiyo ahesuṁ, kolamattiyo hutvā āmalakamattiyo ahesuṁ, āmalakamattiyo hutvā beluvasalāṭukamattiyo ahesuṁ, beluvasalāṭukamattiyo hutvā billamattiyo ahesuṁ, billamattiyo hutvā pabhijjiṁsu. Pubbañca lohitañca pagghariṁsu.

Bisul-bisul sebesar biji sesawi itu tumbuh menjadi sebesar kacang hijau, dari sebesar kacang hijau menjadi sebesar kacang arab, dari sebesar kacang arab menjadi sebesar biji bidara, dari sebesar biji bidara menjadi sebesar buah bidara, dari sebesar buah bidara menjadi sebesar buah malaka, dari sebesar buah malaka menjadi sebesar buah belwa yang mentah, dari sebesar buah belwa yang mentah menjadi sebesar buah belwa yang masak. Akhirnya bisul-bisul itu pecah, dan nanah serta darah mengalir keluar.

The boils grew to the size of mung beans, then chickpeas, then jujube seeds, then jujubes, then myrobalans, then unripe wood-apples, then ripe wood-apples. Finally they burst open, and pus and blood oozed out.

sn6.10:2.4

Atha kho kokāliko bhikkhu teneva ābādhena kālamakāsi.

Kemudian bhikkhu Kokālika meninggal dunia karena penyakit itu.

Then the mendicant Kokālika died of that illness.

sn6.10:2.5

Kālaṅkato ca kokāliko bhikkhu padumaṁ nirayaṁ upapajji sāriputtamoggallānesu cittaṁ āghātetvā.

Setelah meninggal dunia, bhikkhu Kokālika terlahir kembali di neraka Paduma (Teratai Merah Muda) karena ia telah membangkitkan kebencian dalam batinnya terhadap Sāriputta dan Moggallāna.

He was reborn in the Pink Lotus hell because of his resentment for Sāriputta and Moggallāna.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.