Bisul-bisul sebesar biji sesawi itu tumbuh menjadi sebesar kacang hijau, dari sebesar kacang hijau menjadi sebesar kacang arab, dari sebesar kacang arab menjadi sebesar biji bidara, dari sebesar biji bidara menjadi sebesar buah bidara, dari sebesar buah bidara menjadi sebesar buah malaka, dari sebesar buah malaka menjadi sebesar buah belwa yang mentah, dari sebesar buah belwa yang mentah menjadi sebesar buah belwa yang masak. Akhirnya bisul-bisul itu pecah, dan nanah serta darah mengalir keluar.
The boils grew to the size of mung beans, then chickpeas, then jujube seeds, then jujubes, then myrobalans, then unripe wood-apples, then ripe wood-apples. Finally they burst open, and pus and blood oozed out.
Kālaṅkato ca kokāliko bhikkhu padumaṁ nirayaṁ upapajji sāriputtamoggallānesu cittaṁ āghātetvā.
Setelah meninggal dunia, bhikkhu Kokālika terlahir kembali di neraka Paduma (Teratai Merah Muda) karena ia telah membangkitkan kebencian dalam batinnya terhadap Sāriputta dan Moggallāna.
He was reborn in the Pink Lotus hell because of his resentment for Sāriputta and Moggallāna.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 6.10 · Khotbah tentang Kokālika | Tiga Keranjang