Tuan rumah, engkau tidak memiliki ketidakpercayaan pada Saṅgha yang menyebabkan orang awam yang tidak terpelajar terlahir kembali—setelah tubuhnya hancur, setelah kematian—di tempat yang celaka, alam yang buruk, alam rendah, neraka.
You don’t have the distrust in the Saṅgha that causes an unlearned ordinary person to be reborn—when their body breaks up, after death—in a place of loss, a bad place, the underworld, hell.
‘Saṅgha para siswa Sang Bhagavā sedang berlatih dengan cara yang baik, langsung, sistematis, dan benar. Terdiri dari empat pasangan, delapan individu. Saṅgha para siswa Sang Bhagavā ini layak menerima persembahan yang dipersembahkan kepada para dewa, layak menerima keramahan, layak menerima dana keagamaan, dan layak dihormati dengan tangan terkatup. Ini adalah ladang jasa tertinggi bagi dunia.’
‘The Saṅgha of the Buddha’s disciples is practicing the way that’s good, direct, systematic, and proper. It consists of the four pairs, the eight individual persons. This Saṅgha of the Buddha’s disciples is worthy of offerings dedicated to the gods, worthy of hospitality, worthy of a religious donation, and worthy of veneration with cupped palms. It is the supreme field of merit for the world.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 55.26 · Khotbah dengan Anāthapiṇḍika (1) | Tiga Keranjang