sn55.25:11.1 Misalnya, Mahānāma, seperti ladang subur, tanah yang baik, bersih dari tunggul pohon, dan benih-benih yang utuh, tidak busuk, tidak rusak oleh angin dan panas, bernas, dan tersimpan baik;
sn55.25:11.2 dan hujan turun dengan baik dan merata.
sn55.25:11.3 Apakah benih-benih itu akan tumbuh, berkembang, dan menjadi subur?”
sn55.25:11.4 “Ya, Bhante.”
sn55.25:11.5 “Demikian pula, Mahānāma, ketika Dhamma ini dibabarkan dengan baik, dipraktikkan dengan baik, menuntun menuju kebebasan, menuntun menuju ketenangan, dan dibabarkan oleh seorang Yang Tercerahkan Sempurna—
sn55.25:11.6 ini Ku sebut sebagai ladang yang subur.
sn55.25:11.7 Dan seorang siswa yang berdiam dalam Dhamma tersebut, berlatih sesuai dengan Dhamma tersebut, berlatih dengan benar, hidup selaras dengan Dhamma tersebut—
sn55.25:11.8 ini Ku sebut sebagai benih yang baik.
sn55.25:11.9 Apalagi bagi Sarakāni orang Sakya itu.
sn55.25:11.10 Sarakāni, Mahānāma, orang Sakya itu, pada saat kematiannya, telah memenuhi latihan.”
sn55.25:11.11 Yang kelima.