Sahabat, ketidakpercayaan pada Dhamma yang menyebabkan orang awam yang tidak terpelajar terlahir kembali—setelah hancurnya jasmani, setelah kematian—di alam sengsara, alam buruk, alam rendah, neraka; ketidakpercayaan pada Dhamma itu tidak ada padanya.
They don’t have the distrust in the teaching that causes an unlearned ordinary person to be reborn—when their body breaks up, after death—in a place of loss, a bad place, the underworld, hell.
Dan ia memiliki keyakinan yang kokoh pada Dhamma yang menyebabkan siswa mulia yang terpelajar terlahir kembali—setelah hancurnya jasmani, setelah kematian—di alam baik, alam surga:
And they do have the experiential confidence in the teaching that causes a learned noble disciple to be reborn—when their body breaks up, after death—in a good place, a heavenly realm.
‘Dhamma telah dibabarkan dengan baik oleh Bhagavā—terlihat dalam kehidupan ini, memberikan hasil segera, mengundang untuk diselidiki, relevan, sehingga orang bijaksana dapat mengetahuinya sendiri.’
‘The teaching is well explained by the Buddha—apparent in the present life, immediately effective, inviting inspection, relevant, so that sensible people can know it for themselves.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 55.13 · Khotbah dengan Yang Mulia Ānanda | Tiga Keranjang