‹
SN 54.13

Paṭhamaānandasutta

Khotbah dengan Ānanda (1)

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 54.13

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn54.13:8.1

Yasmiṁ samaye, ānanda, bhikkhu aniccānupassī …pe…

Ada saatnya, Ānanda, ketika seorang bhikkhu berlatih: ‘Aku akan menarik napas dengan merenungkan ketidak-kekalan …

There’s a time when a mendicant practices like this: ‘I’ll breathe in observing impermanence …

sn54.13:8.2

virāgānupassī …

merenungkan peluruhan …

fading away …

sn54.13:8.3

nirodhānupassī …

merenungkan lenyapnya …

cessation …

sn54.13:8.4

‘paṭinissaggānupassī assasissāmī’ti sikkhati, ‘paṭinissaggānupassī passasissāmī’ti sikkhati—

‘Dengan mengamati pelepasan, aku akan menarik napas,’ demikian ia berlatih, ‘dengan mengamati pelepasan, aku akan menghembuskan napas,’ demikian ia berlatih—

letting go.’ They practice like this: ‘I’ll breathe out observing letting go.’

sn54.13:8.5

dhammesu dhammānupassī, ānanda, bhikkhu tasmiṁ samaye viharati ātāpī sampajāno satimā, vineyya loke abhijjhādomanassaṁ.

Pada saat itu, Ānanda, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan fenomena dalam fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidak-senangan terhadap dunia.

At such a time a mendicant is meditating by observing an aspect of principles—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.

sn54.13:8.6

So yaṁ taṁ hoti abhijjhādomanassānaṁ pahānaṁ taṁ paññāya disvā sādhukaṁ ajjhupekkhitā hoti.

Setelah melihat dengan kebijaksanaan pelepasan ketamakan dan ketidak-senangan itu, ia dengan saksama merenungkannya dengan keseimbangan batin.

Having seen with wisdom the giving up of covetousness and displeasure, they watch closely over with equanimity.

sn54.13:8.7

Tasmātihānanda, dhammesu dhammānupassī bhikkhu tasmiṁ samaye viharati ātāpī sampajāno satimā, vineyya loke abhijjhādomanassaṁ.

Oleh karena itu, Ānanda, pada saat itu seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan fenomena dalam fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidak-senangan terhadap dunia.

Therefore, at such a time a mendicant is meditating by observing an aspect of principles—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.