Ye ca kho te, āvuso mahānāma, bhikkhū arahanto khīṇāsavā vusitavanto katakaraṇīyā ohitabhārā anuppattasadatthā parikkhīṇabhavasaṁyojanā sammadaññāvimuttā, tesaṁ pañca nīvaraṇā pahīnā ucchinnamūlā tālāvatthukatā anabhāvaṅkatā āyatiṁ anuppādadhammā.
Tetapi, sahabat Mahānāma, para bhikkhu yang adalah para Arahant, yang telah menghancurkan kekotoran batin, yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual, yang telah melakukan apa yang perlu dilakukan, yang telah meletakkan beban, yang telah mencapai tujuan sejati mereka, yang telah sepenuhnya memutus belenggu keberadaan, dan yang terbebaskan dengan benar melalui pengetahuan sempurna—bagi mereka, kelima rintangan telah ditinggalkan, dipotong hingga ke akarnya, dijadikan seperti tunggul pohon palem, dimusnahkan, dan tidak akan muncul lagi di masa depan.
Those mendicants who are perfected—who have ended the defilements, completed the spiritual journey, done what had to be done, laid down the burden, achieved their heart’s goal, utterly ended the fetter of continued existence, and are rightly freed through enlightenment—for them, the five hindrances are cut off at the root, made like a palm stump, obliterated, and unable to arise in the future.