sn54.10:5.1 Pada saat, Ānanda, seorang bhikkhu menarik napas panjang dan mengetahui: ‘Aku menarik napas panjang’; atau menghembuskan napas panjang dan mengetahui: ‘Aku menghembuskan napas panjang’;
sn54.10:5.2 atau menarik napas pendek dan mengetahui: ‘Aku menarik napas pendek’; atau menghembuskan napas pendek dan mengetahui: ‘Aku menghembuskan napas pendek’;
sn54.10:5.3 ia berlatih demikian: ‘Aku akan menarik napas sambil merasakan seluruh tubuh’; ia berlatih demikian: ‘Aku akan menghembuskan napas sambil merasakan seluruh tubuh’;
sn54.10:5.4 ia berlatih demikian: ‘Aku akan menarik napas sambil menenangkan bentukan tubuh’; ia berlatih demikian: ‘Aku akan menghembuskan napas sambil menenangkan bentukan tubuh’—
sn54.10:5.5 pada saat itu, Ānanda, bhikkhu itu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, dengan pemahaman jernih, dan penuh kesadaran, setelah melepaskan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
sn54.10:5.6 Mengapa demikian?
sn54.10:5.7 Karena, Ānanda, napas masuk dan napas keluar adalah salah satu aspek dari tubuh, demikianlah Aku katakan.
sn54.10:5.8 Oleh karena itu, Ānanda, pada saat itu bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, dengan pemahaman jernih, dan penuh kesadaran, setelah melepaskan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.