‹
SN 52.9

Ambapālivanasutta

Khotbah di Hutan Mangga Ambapālī

Saṁyutta Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA SN 52.9

Kenali dunia dalam sutta ini

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
sn52.9:2.1

“Vippasannāni kho te, āvuso anuruddha, indriyāni, parisuddho mukhavaṇṇo pariyodāto.

“Sahabat Anuruddha, indriamu sangat jernih, dan warna kulitmu murni dan bersinar.

“Reverend Anuruddha, your faculties are so very clear, and your complexion is pure and bright.

sn52.9:2.2

Katamenāyasmā anuruddho vihārena etarahi bahulaṁ viharatī”ti?

Meditasi apakah yang biasa engkau latih saat ini?”

What kind of meditation are you usually practicing these days?”

sn52.9:2.3

“Catūsu khvāhaṁ, āvuso, satipaṭṭhānesu suppatiṭṭhitacitto etarahi bahulaṁ viharāmi.

“Sahabat, saat ini aku biasanya bermeditasi dengan pikiran yang kokoh tegak dalam empat penegakan perhatian.

“These days, reverend, I usually meditate with my mind firmly established in the four kinds of mindfulness meditation.

sn52.9:2.4

Katamesu catūsu?

Apakah empat itu?

What four?

sn52.9:2.5

Idhāhaṁ, āvuso, kāye kāyānupassī viharāmi ātāpī sampajāno satimā, vineyya loke abhijjhādomanassaṁ;

Di sini, sahabat, aku berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, sadar penuh, dan waspada, dengan melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia;

I meditate observing an aspect of the body …

sn52.9:2.6

vedanāsu …pe…

merenungkan perasaan sebagai perasaan…

feelings …

sn52.9:2.7

citte …pe…

merenungkan pikiran sebagai pikiran…

mind …

sn52.9:2.8

dhammesu dhammānupassī viharāmi ātāpī sampajāno satimā, vineyya loke abhijjhādomanassaṁ—

merenungkan fenomena sebagai fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, dengan melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.

principles—keen, aware, and mindful, rid of covetousness and displeasure for the world.

sn52.9:2.9

imesu khvāhaṁ, āvuso, catūsu satipaṭṭhānesu suppatiṭṭhitacitto etarahi bahulaṁ viharāmi.

Sahabat, saat ini aku biasanya bermeditasi dengan pikiran yang kokoh tegak dalam empat penegakan perhatian ini.

These days I usually meditate with my mind firmly established in these four kinds of mindfulness meditation.

sn52.9:2.10

Yo so, āvuso, bhikkhu arahaṁ khīṇāsavo vusitavā katakaraṇīyo ohitabhāro anuppattasadattho parikkhīṇabhavasaṁyojano sammadaññāvimutto, so imesu catūsu satipaṭṭhānesu suppatiṭṭhitacitto bahulaṁ viharatī”ti.

Sahabat, seorang bhikkhu yang telah mencapai kesempurnaan—yang telah menghancurkan kekotoran batin, yang telah menyelesaikan perjalanan spiritual, yang telah melakukan apa yang perlu dilakukan, yang telah meletakkan beban, yang telah mencapai tujuan tertinggi, yang telah memutuskan belenggu kelahiran kembali, dan yang terbebaskan dengan benar melalui kebijaksanaan—biasanya bermeditasi dengan pikiran yang kokoh tegak dalam empat penegakan perhatian ini.”

A mendicant who is perfected—with defilements ended, who has completed the spiritual journey, done what had to be done, laid down the burden, achieved their heart’s goal, utterly ended the fetter of continued existence, and is rightly freed through enlightenment—usually meditates with their mind firmly established in these four kinds of mindfulness meditation.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.