sn51.11:7.1 Ketika, para bhikkhu, keempat landasan kekuatan batin telah dikembangkan dan dilatih dengan cara ini, ia memahami pikiran makhluk lain dan orang lain dengan melingkupinya dengan pikirannya sendiri.
sn51.11:7.2 Ia memahami pikiran bernafsu sebagai ‘pikiran bernafsu’;
sn51.11:7.3 ia memahami pikiran tanpa nafsu sebagai ‘pikiran tanpa nafsu’.
sn51.11:7.4 Ia memahami pikiran penuh kebencian sebagai ‘pikiran penuh kebencian’;
sn51.11:7.5 pikiran tanpa kebencian sebagai ‘pikiran tanpa kebencian’;
sn51.11:7.6 pikiran penuh delusi sebagai ‘pikiran penuh delusi’;
sn51.11:7.7 pikiran tanpa delusi sebagai ‘pikiran tanpa delusi’;
sn51.11:7.8 pikiran mengerut sebagai ‘pikiran mengerut’;
sn51.11:7.9 pikiran kacau sebagai ‘pikiran kacau’;
sn51.11:7.10 pikiran luas sebagai ‘pikiran luas’;
sn51.11:7.11 pikiran tidak luas sebagai ‘pikiran tidak luas’;
sn51.11:7.12 pikiran tidak tertandingi sebagai ‘pikiran tidak tertandingi’;
sn51.11:7.13 pikiran tertandingi sebagai ‘pikiran tertandingi’;
sn51.11:7.14 pikiran terkonsentrasi sebagai ‘pikiran terkonsentrasi’;
sn51.11:7.15 pikiran tidak terkonsentrasi sebagai ‘pikiran tidak terkonsentrasi’;
sn51.11:7.16 pikiran terbebaskan sebagai ‘pikiran terbebaskan’;
sn51.11:7.17 Ia memahami pikiran tidak terbebaskan sebagai ‘pikiran tidak terbebaskan’.